Inkarnasi: Firman yang Menjadi Manusia sebagai Dasar Misi Perdamaian dalam Dialog Kristen–Hindu
Kata Kunci:
Firman , Inkarnasi, Perdamaian, Dialog Antaragama, Kristen-HinduAbstrak
Tulisan ini mengkaji konsep inkarnasi Firman yang menjadi manusia sebagai dasar misi perdamaian gereja dalam konteks dialog Kristen–Hindu. Inkarnasi dipahami sebagai tindakan Allah yang berinisiatif turun ke dunia untuk menghadirkan kasih, solidaritas, dan pemulihan melalui kehadiran Kristus. Melalui pendekatan teologis-komparatif, penelitian ini menyoroti titik temu dan perbedaan antara inkarnasi dan konsep avatar dalam Hindu, khususnya dalam kaitannya dengan visi ilahi yang turun untuk menegakkan kebenaran, memulihkan tatanan kosmis, dan membawa kedamaian. Gagasan-gagasan dalam kedua tradisi menunjukkan bahwa kehadiran ilahi selalu berkaitan dengan kasih, keadilan, dan pembaruan hidup manusia. Hasil kajian ini menegaskan bahwa paradigma inkarnasi dapat menjadi landasan bagi misi gereja di Indonesia yang bersifat inkarnatif, dialogis, dan transformasional. Dengan demikian, dialog Kristen–Hindu bukan hanya wacana teologis, tetapi sarana menghadirkan shalom dan shanti dalam kehidupan masyarakat majemuk, serta menjadi kontribusi nyata bagi upaya perdamaian lintas iman.

